Kebutuhan Huntara Capai 1.711 Unit

0
195

PALU – Kebutuhan hunian sementara (huntara) di tiga daerah Sulawesi Tengah adalah sebanyak 1.711 unit. Huntara itu untuk memenuhi 20.610 keluarga atau 84.589 jiwa yang terdampak bencana alam 28 September 2018.

Itu berdasarkan pendataan korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 360/006/BPBD-G.ST/2019 pada 8 Januari 2019.

Dalam SK itu, kebutuhan huntara paling banyak untuk Kabupaten Donggala sebanyak 660 unit. Huntara tersebut dapat menampung korban bencana sebesar 7.989 keluarga atau 36.346 jiwa.

Berikutnya, Kabupaten Sigi membutuhkan huntara sebanyak 640 unit untuk 7.687 keluarga atau 26.600 jiwa. Sedangkan kebutuhan huntara Kota Palu sebanyak 411 unit untuk memenuhi 4.934 keluarga atau 19.243 jiwa.

Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur Kementerian PUPR untuk rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana Sulteng, Arie Setiadi, mengatakan, saat ini masih berfokus untuk menyelesaikan pembangunan huntara tahap pertama.

Dari 700 unit huntara tahap pertama, Kementerian PUPR saat ini baru merampungkan sekitar 200an unit. Penyelesaian ini molor dari semula yang ditargetkan akhir Desember 2018.

“Kami fokus untuk pengadaan barang dan materialnya,” ujar Arie Setiadi di kantor BPN XIV Palu, Senin, 14 Januari 2019.

Sementara kebutuhan huntara sisanya, masih akan dtinjau kembali bersama pemerintah daerah setelah seluruh huntara tahap pertama selesai dan dihuni.

“Apakah sudah cukup atau belum nanti diputuskan bersama pemerintah daerah,” katanya.

Kementerian PUPR juga masih mempertimbangkan tuntutan penghapusan huntara untuk pengungsi Balaroa dan mengalihkan anggaran huntara sebagai dana simultan bagi korban. Tuntutan itu disampaikan pengungsi Balaroa ke Pemkot dan DPRD Palu serta Pemprov dan DPRD Sulteng, Senin kemarin.

“Mungkin dengan dana itu, masyarakat bisa menggunakan tenaganya sendiri atau dengan cara gotong royong,” kata Arie.[]

Reporter: Pataruddin
Penulis: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini