Kebangkitan Kepujian Bantu Gereja dan Masjid di Sigi

0
161

SIGI – Yayasan Kebangkitan Pujian (YKP) Jakarta memanfaatkan momentum peringatan Natal untuk membantu umat yang terdampak gempa dan likuefaksi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tidak hanya umat kristiani, mereka juga membantu perbaikan masjid milik umat Muslim.

Penyerahan bantuan dilakukan di Desa Jono Oge, Biromaru, Sigi yang dirangkai dengan ibadah Natal bersama dengan para penyintas. Total bantuan yang diserahkan senilai Rp700 juta berupa sembako, donasi untuk 11 gereja, musala serta masjid di sekitar Desa Jono Oge.

Bantuan senilai Rp700 juta itu dihimpun dari berbagai donatur yang kemudian disalurkan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan jemaat.

Suhartono, salah satu tim YKP menyebutkan, mereka datang dengan 20 relawan yang seluruhnya berasal dari Jakarta. Para relawan ini akan membantu memenuhi kebutuhan para penyintas di Desa Jono Oge.

Menurut Bidang misi dan diakonia YKP, Suryantini Singgih, ini adalah kunjungan keempat YKP ke Sulawesi Tengah. Sebab YKP Jakarta sudah berada di Sigi, sehari setelah musibah gempa.

“Sejak itu, YKP tetap akan menjalin hubungan dan akan tetap kesini,” katanya, Selasa 11 Desember 2018.

Saat ini, YKP melaksanakan perayaan Natal bersama dengan warga jemaat di gereja gereja yang mengalami kerusakan. Tak hanya bantuan fisik dan pelayanan ibadah, YKP juga melakukan pemulihan psikososial khususnya bagi anak-anak terdampak gempa.

Pendeta Robertus Purwadi dari YKP Jakarta, menjelaskan, peringatan Natal menjadi momentum terbaik untuk menggelar doa bersama sekaligus berbagi kasih kepada anggota jemaat di Kabupaten Sigi. Sebab berbagi kasih adalah wujud upaya menjalin persatuan.

“Bahkan dapat membangun iman dan kebersamaan terhadap saudara seiman yang di Palu, Donggala dan Sigi yang mengalami bencana alam,” katanya, Selasa 11 Desember 2018.

Robertus menjelaskan, keluarga besar jemaat YKP Jakarta, sangat berempati bagi seluruh korban musibah gempa, tsunami dan liquefaksi di Palu, Sigi dan Donggala. Karenanya, rasa empati itu diwujudkan dengan hadir langsung di tengah masyarakat.

Ia meyakini kebersamaan dalam Natal bisa mendorong kekuatan jiwa warga Sulawesi Tengah yang tertimpa bencana. “Semoga jemaat bisa menyambut tahun 2019 dengan iman pengharapan yang kuat,” katanya.

Penulis: Yardin Hasan
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini