Kampung Lere Hadapi Banjir Rob dan Ancaman Buaya

0
140

PALU – Bencana gempa dan tsunami memang telah berlalu. Tapi bagi warga Kelurahan Lere, Palu Barat, musibah susulan masih terus membayangi setiap harinya.

Maco, warga setempat, bercerita, sejumlah rumah milik warga selalu terendam banjir rob setiap sore hari. Banjir rob itu disebabkan karena air laut pasang dari Teluk Palu.

Sebelum tsunami, Kampung Lere tidak pernah mengalami banjir rob meski air laut sedang pasang. Namun ia heran setelah tsunami 28 September, gelombang pasang akan langsung memasuki kampung warga.

“Ini kan masuk bulan baru, air pasang naik tidak ada yang menahan karena tanggul hancur semua,” ujar Maco, salah satu warga Kelurahan Lere.

Kondisi itu tentu saja membuat warga sekitar terganggu. Aktivitas warga menjadi terhambat. Bahkan sejumlah anak semakin trauma melihat air laut. Sebab bencana tsunami yang belum lama terjadi masih membayangi ingatan anak-anak itu.

Riski, warga kelurahan Lere lainnya, mengkhawatirkan dampak susulan karena banjir rob itu. Ia lebih khawatir dengan munculnya buaya muara masuk ke pemukiman warga.

Buaya yang dimaksud adalah buaya air tawar yang mendiami Sungai Palu. Ada puluhan ekor buaya di sungai itu yang seringkali naik dari perairan menuju ke daratan.

“Masuknya buaya itu lebih mengancam. Karena biasa juga buaya naik kesini karena air pasang dari laut,” ucap Riski.

Kini warga hanya bisa berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun tanggul di pesisir pantai Teluk Palu. Tujuannya agar dapat memecah terjangan ombak dan menahan luapan air laut.

“Kami disini berharap pemerintah bisa membuat tanggul lagi di sepanjang pinggir pantai,” harap Maco.[]

Reporter: Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini