Jelang Ramadan Warga Desa Simoro Masih Tinggal di Pondok dan Tenda

0
145

SIGI – Sebulan menjelang ramadan, warga di Desa Simoro dan Sibalaya, masih tinggal di tenda tenda darurat. Sebagian lagi di pondok yang sangat sederhana. Janji pemerintah Kabupaten Sigi untuk membangun hunian sementara (huntara) tak kunjung terwujud. Selama enam bulan sejak gempa September tahun lalu, warga yang terkena dampak gempa masih tinggal di tenda tenda darurat yang kini mulai rusak itu.

Desa Simoro dan Sibalaya adalah dua desa bertetangga, yang mengalami gempa bumi dengan kerusakan parah. Desa yang terletak di Kecamatan Tanambulava itu, tidak hanya dilanda gempa tetapi juga likuefaksi.

Kini, sebulan menjelang ramadan warga mulai diliputi perasaan was-was. Huntara yang dijanjikan bakal tidak terwujud. Itu berarti warga harus melakukan puasa di tenda tenda darurat. Sementara bantuan untuk penggantian tenda yang sudah mulai lapuk dimakan waktu, pun tak kunjung ada.

Salah seorang warga Desa Simoro Hayani (38), yang rumahnya rata dengan tanah mengaku, sejauh ini ia dan warga di desa itu belum mendapatkan hunian sementara. Padahal keberadaan huntara sangat dibutuhkan.

”Kami pernah akan dibuatkan huntara di lapangan sepak bola Desa Simoro. Tapi Karang Taruna Desa Simoro tidak mengizinkan,” ucapnya.

Hayani juga menambahkan, selain huntara, mereka sebenarnya sangat mengharapkan pencairan dana santunan duka dan dana stimulan. Setidaknya dengan adanya dana tersebut, bisa dimanfaatkan untuk membangun hunian layak huni daripada terus menerus bertahan di tenda yang sangat gerah dan panas di siang hari dan dingin pada malam hari.

Sekretaris Desa Simoro, Ilham, mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah memperhatikan warga Desa Simoro di Kecamatan Tanambulava. ”Warga kami sangat membutuhkan dana stimulan yang dijanjikan pemerintah,” katanya.

Menurut Ilham setidaknya dengan adanya dana tersebut warga bisa kembali membangun tempat tinggal yang lebih layak.vWarga Simoro yang terdampak bencana tersebut, berjumlah 189 kepala keluarga. Setengah dari jumlah itu kehilangan tempat tinggal. Sebagian tinggal di pondok sederhana sisanya tinggal di tenda. ”Mereka sangat butuh tempat tinggal yang layak,” pungkas Ilham.

Penulis & foto: Rahmat Dhani R Gommo
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini