Jangan Panik Prediksi Gempa Tapi Tetap Waspada

0
1066
Sumber foto : FB Mudrik Rahmawan Daryono

PALU – Ahli Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mudrik Daryono menghimbau masyarakat Sulawesi Tengah, tidak panik dengan berita-berita terkait prediksi dan potensi gempa bumi di Sulawesi Tengah, yang berseliweran di media sosial.Tapi, diminta tetap waspada.

Baginya kewaspadaan sangat diperlukan, karena seluruh wilayah Indonesia berada di jalur sesar aktif, jalur Ring of Fire (cincin api).

Kata dia, pada prinsipnya belum ada ilmu dan teknologi yang bisa menentukan waktu kejadian gempa bumi secara rinci tahun akan terjadinya, apalagi bulan dan jamnya.

“Saya minta warga jangan panik dengan prediksi yang ada, tapi tetap waspada,” kata Mudrik saat dihubungi via ponselnya, Kamis, (15/8/2019) kemarin.

Hal itu ia sampaikan, menanggapi berita-berita yang berseliweran di media social yang menyebutkan segmen Moa menyimpan potensi melepaskan energy gempa.

Peneliti sesar Palu Koro ini menjelaskan, memang benar ada segmen sesar aktif  yakni segmen Moa, tetapi di Sulawesi bagian tengah kata dia, banyak terdapat sesar aktif lainnya, seperti sesar Poso, sesar Matano, sesar Malei, dan lain-lain.

“Di mana kejadiannya berikutnya, tidak ada yang bisa memperkirakan. Bisa jadi di sekitar Sulawesi, bisa jadi jauh ke arah Indonesia Timur, atau bisa di daerah Philipina kita tidak tahu,” jelasnya.

Segment Moa sendiri kata peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Palu Koro tahun 2017 ini, adalah bagian dari sesar Palu Koro. Sesar itu sendiri terdiri dari segmen Palu, segmen Saluki, segmen Moa, dan segment Meloi.

Sesar ini, lanjutnya, kemudian menyambung dengan Sesar Matano, yang terdiri atas segmen Kuleana, segmen Pewusai, segmen Matano, segmen Pamsoa, segmen Ballawai, segmen Lontoa dan segmen Geresa.

Mudrik menjelaskan, tiap segment tersebut bisa menghasilkan gempa berkekuatan 6,5 hingga 7, tapi, kata dia, kita tidak tahu pasti berapa besar kekuatan yang akan dilepaskannya dan kapan, serta di mana titik yang akan terjadi gempa.

Penulis : Jefriyanto
Editor   : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini