Islamic Relief Wordwide Salurkan Dana Rp10 M di Palu dan Sigi

0
792
SERAHKAN BANTUAN - Gubernur Sulteng menyerahkan bantuan kepada warga penyintas di Balaroa. (foto Rifal Kalabajang)

PALU – Islamic Relief Wordwide menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 3.613 kepala keluarga kepada warga penyintas di Sigi dan Kota Palu. Penyerahannya dilakukan secara simbolis di Kelurahan Balaroa, Jumat 18 Oktober 2019.

Program bantuan non tunai tersebut dimaksudkan untuk pemulihan mata penghidupan penyintas bencana yang disalurkan oleh salah satu bank pemerintah. Sasaran bantuan adalah pedagang kecil, petani, peternak, penjahit, pengusaha bengkel, dan usaha kecil lainnya.

Program bantuan ini menggunaka kartu elektronik BRIZZI, yang menjadi alat pembayaran dan dengan melibatkan tigapuluh lima pedagang kecil dan grosir dengan total nilai bantuan sebesar Rp10 lebih miliar.

Country Director Islamic Relief Worldwide di Indonesia, Nanang S Dirja mengatakan, metoda distribusi bantuan ini disebut dengan MBICT4D atau Market Banking Information Communication Technology for Disaster.

Metode ini sudah dilaksanakan sejumlah daerah seperti Papua, Jawa Timur, Banten, Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, NTB dan Sulawesi Tengah dengan hasil yang baik.

“Sangat penting untuk mendukung pemulihan ekonomi dengan bekerja sama dengan pedagang kecil yang terdampak bencana tetapi memiliki semangat untuk bangkit kembali. Mereka diberikan peran sebagai Point of Sale (POS yang akan menyediakan barang barang yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat)”, ungkapnya.

SERAHKAN BANTUAN – CEO Islamic Relief Worldwide, Nasereldin Ahmed Haghamed ke Palu, untuk dapat mengikuti program Islamic Relief yang sedang berlangsung di Palu dan Sigi (Islamic-Relief)

Dengan mempedomani ajaran Al-Qur’an dan Sunnah nabi, Islamic Relief Worldwide adalah organisasi kemanusiaan telah membantu jutaan masyarakat miskin dan yang menderita terkena bencana di 40 negara di dunia.

Visinya adalah mewujudkan sebuah dunia di mana kepedulian antar sesama diberdayakan dengan landasan nilai-nilai ketulusan, keunggulan, kasih sayang, keadilan dan kepercayaan, ujar Nasereldin di sela sela kegiatan bazar di Balaroa.

Lembaganya ungkap Nasereldin hadir dan memberikan upaya tanggap bencana sejak keadan darurat dimulai dengan prinsip Saving Lives (penyelamatan). Dan kemudian dilanjutkan dengan pemulihan dengan prinsip build back better (bangkit lebih baik dari sebelumnya), sehingga kehadiran kami di Sulawesi Tengah ini dapat dikatakan tidak hanya merespon bencana tetapi juga memulihkan masyarakat terdampak di Palu dan Sigi untuk bangkit.

Bazar berlangsung 18 Oktober 2019 di Balaroa ini akan dilanjutkan di kelurahan Kabonena, Langaleso di Kota Palu, lalu di desa Lolu, Mpanau, Jono Oge dan lainnya di Kabupaten Sigi.

Bazaar diikuti oleh 5 vendor yang menyediakan bermacam komoditas yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari sembako, bahan bangunan, elektronik, perbengkelan, alat pertukangan, pertanian, jahit, bahkan bahan dan alat usaha laundry.

Tak hanya itu, Islamic Relief akan menyediakan berbagai pelatihan seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan pembukuan, dan pelatihan perencanaan pengembangan bisnis.

Lembaga ini menyediakan hibah bergulir senilai Rp1 miliar yang akan dikelola oleh masyarakat sendiri melalui koperasi syariah. ***

Penulis: Irwan K Basir
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini