Kota Palu Kini Punya Peta Mikrozonasi Kegempaan

0
1248

PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu dan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) telah membuat dan mensosialisasikan peta mikrozonasi kegempaan di 46 kelurahan di Kota Palu.

Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Stasiun Geofisika, Kelas 1 Palu, Hendrik Leopatty mengatakan, peta mikrozonasi perkelurahan tersebut adalah peta yang diterbitkan BPBD Kota Palu pada Desember 2018 yang bekerja sama dengan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu.

BPBD Kota Palu kemudian mendistribusikan dokumen tersebut ke 46 kelurahan pada Mei dan Juni 2019. “Dokumen tersebut yang kami sosialisasikan sejak Juli 2019,” kata Hendrik, 12 September 2019.

Secara garis besar, kata dia, peta mikrozonasi itu menggambarkan struktur permukaan Kota Palu yang tersusun dari struktur lapisan batuan sedimen dengan tingkatan kuat, sedang hingga lunak.

Lapisan permukaan itu yang menentukan tingkat keterasaan warga di suatu daerah ketika ada gempabumi yang mengguncang. “Saat ada gempa, ada satu daerah yang merasakan  4 MMI , ada pula yang 3 MMI. Perbedaan ini disebabkan struktur permukaanya sedang atau lunak,” katanya.

Menurut Hendrik, dokumen mikrozonasi itu bisa dibagikan dengan bagian perencanaan sipil, arsistek dan investor. Tujuannya, saat mereka membangun di kelurahan tertentu bisa mengetahui potensi bencananya dan menyesuaikan dengan struktur bangunan.

“Bila ada investor masuk atau mendirikan bangunan yang tinggi, harus menyesuaikan dengan mikrozonasi tersebut,” katanya.

Selain itu, sosialisasi tersebut agar setiap pemerintah di tingkat bawah bisa menyiapkan pengurangan risiko atau mitigasi di masyarakatnya. Seperti bagaimana melakukan evakuasi untuk diri sendiri maupun keluarga, baik dalam ruangan maupun di luar ruangan. “Ada titik kumpul aman yang disepakati bersama,” katanya.

Reporter : Ikram
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini