Ibu Penyintas Balaroa Dilatih Membangun Rumah Aman

0
290
PELATIHAN - Ibu-ibu di pengungsian Balaroa memperoleh latihan bagaimana membuar rumah aman (foto-ikram)

PALU – Puluhan ibu-ibu penyintas Balaroa mengikuti pelatihan pengelolaan pembangunan kembali rumah masyarakat bertempat di masjid semi permanen, Munzalan Mubarakan, Shelter pengungsi Balaroa, Selasa (11/12).

Focal Point Shelter, Sub klaster Kabupaten Sigi, Johanes Juliasman, mengatakan , kegiatan ibu pelopor konstruksi ini dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat dalam proses pembangunan masa rehab dan rekon, khususnya pembangunan rumah.

Dipilihnya ibu-ibu kata dia, pertama paling dekat dalam rangka memperingati hari Ibu, lalu kita perlu meningkatkan kemampuan masyarakat secara mandiri dalam proses rekonstruksi. “Paling memiliki kekuatan dirumah, sebenarnya ibu-ibu atau kaum perempuan,” katanya.

Sebab kata dia, mereka yang selalu tahu dan ada dirumah. Sehingga peranya sangat besar, bahwa ibu-ibu ini bisa menjadi pelopor atau pengawas untuk pembangunan rumahnya. “Untuk mengawasi jalanya pembangunan rumahnya dalam masa rekonstruksi,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, dalam kegiatan ini ada sekitar 23 lembaga NGO dilibatkan serta mendukung diantaranya, Adra, Habitat For Humanity, CRS, Dompet Dhuafa, Islamic Relief dan lainya.

Ia menyebut, kegiatan ibu pelopor rekonstruksi ini dilakukan sejak awal 5 Desember ada di 5 desa/kelurahan yakni desa Lolu, Beka, Soulowe semuanya berada di Kabupaten Sigi, kelurahan Balaroa, Kota Palu dan desa Marana Kabupaten Donggala. “Secara jadwal sampai tanggal 13 Desember , dua hari setiap desa/ kelurahan,” katanya.

Dia mengatakan, dihari pertama lebih banyak diskusi dan hari keduanya lebih ke lapangan praktek untuk pengawasan pembangunan sesuai dengan materi pelatihan diberikan. Ia mengatakan, materi umum pelatihan yang diberikan 7 prinsip pembangunan rumah aman.

Dalam pelatihan ini , para ibu-ibu serta kaum perempuan/remaja terlihat sangat antusias dengan terjadi interaksi tanya jawab. Sejauh pandangan serta pemahaman, Dia melihat dibeberapa desa mereka sambangi peserta cukup aktif, bahkan Shelter pengungsian Balaroa ini tidak menyangka banyak yang hadir.

Sebab mereka kata dia, mulai memahami penting baginya benar-benar bisa memahami bagaimana membangun rumah secara aman. Dia berharap , pelatihan- pelatihan seperti ini terus bisa dilakukan kepada masyarakat, sehingga mereka benar-benar bisa tahu dan paham bagaimana membangun rumah aman.
Tidak hanya dilakukan lembaga NGO, baik Nasional maupun lokal tapi juga pemerintah.

“Untuk proses pembangunan rumah aman dan lebih baik,” ujarnya. Kegiatan pelatihan Ibu pelopor rekonstruksi ini diinisiasi Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dan didukung sejumlah lembaga NGO tergabung dalam subklaster. Salahsatu peserta Nurhazani, mengaku mendapat pengetahuan baru terkait cara aman membangun rumah.

Sebelumnya dia, tidak paham dan mengerti bagaimana cara membangun rumah aman. “adanya pelatihan, sedikitnya ada pengetahuan dasar kedepanya bila membangun rumah, ” kata Ibu 4 anak ini. ***

 

Penulis  : Ikram
Editor    : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini