Hampir Setahun Warga Rogo Krisis Air Bersih

0
396

SIGI – Warga Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, mengeluhkan kondisi sumber mata air yang keruh. Keruhnya air tersebut disebabkan oleh longsoran yang terjadi pasca di guncang gempa 28, September 2018 lalu.

Kepala desa (Kades) Rogo, Fuad, mengatakan, sumber mata air sungai yang keruh tersebut merupakan salah satu sumber air bersih yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan memasak, mencuci, mandi dalam aktivitas sehari-hari.

“Hampir setahun sungai yang menjadi sumber mata air bersih warga sangat keruh,” ujar Fuad saat dihubungi via ponselnya akhir pekan kemarin.

Untuk mengatasi krisis air bersih, warga sudah mengatasinya dengan menggunakan mesin pompa air, namun sebagian pompa air yang dimiliki warga sudah tidak dapat digunakan lagi karena, pipa tanam tersebut tidak lagi menggapai mata air akibat downlift (penurunan tanah) sekitar 7 meter di Dusun 3.

“Jadi untuk melakukan pengeboran sumur dangkal belum bisa dilakukan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihak Pemda Sigi juga telah melakukan upaya pembangunan jaringan pipa untuk sumber air bersih, lewat program pansimas tapi, sumber airnya masih diambil dari air sungai.

Keruhnya air ini juga di keluhkan salah satu warga Desa Rogo, Mohamad Gafur, Ia mengatakan sehari-hari ia menggunakan air keruh yang di ambil lewat pompa air, kebetulan dab mereka masih berfungsi dengan baik.

Menurut dia, pascabencana, beberapa bulan lalu warga setempat masih mendapat pasokan air bersih dari mobil tangki beberapa NGO, namun sekarang pasokan air bersih tidak ada lagi.

Krisis air bersih tidak hanya dialami warga yang tinggal di dusun III, namun dialami juga oleh warga dusun II Desa Rogo.

Muniria (58) warga lainnya mengatakan, meski kondisi air keruh, warga terpaksa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan, memasak dan ativitas lainnya. Hal itu dilakukan warga karena, tidak ada pilihan lain untuk mendapatkan air bersih.

“Untuk aktivitas sehari-hari, mau tidak mau, sebagian besar warga harus memanfaatkan air ini. Padahal, bila melihat kondisi air ini tidak layak untuk dikomsumsi,” ujarnya.

Kondisi ini di akui warga sangat menyulitkan mereka untuk mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sebelum bencana, kondisi air sungai di desa ini cukup jernih,” ujarnya.

Mànager Kampanye Walhi Sulteng, Stevandi, mengatakan, saat ini di Desa Rogo, telah banyak warga yang mengeluh terserang penyakit kulit yakni gatal-gatal.

Pihaknya yang juga terlibat dalam aktivitas pemulihan di Desa Rogo, menilai persoalan ini harus menjadi skala prioritas yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.

“Persoalan air bersih harusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jangan terus menerus bergantung pada agency yang melakukan aktivitas pemulihan di Sigi. Namun, pemerintah juga diharapkan bertangung jawab terhadap masyarakatnya yang mengalami krisis air,” tutupnya.

Reporter : Ikram
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini