Farhan Sumbang Tanah 1,7 Ha untuk Huntap di Sibalaya Utara

0
702
BATU PERTAMA - Prosesi peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Kampung BPKH di Sibalaya Utara, Kamis 23 Oktober 2019 (FOTO IKRAM)

SIGI – Farhan (68) warga penyintas di Desa Sibalaya Utara menyumbangkan tanah miliknya seluas 1,7 hektar untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Sumbangan tanah dari Farhan ini menggenapi tanah milik Pemda Sigi untuk membangun 100 unit rumah sumbangan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang bekerjasama dengan Rumah Zakat.

Farhan mengatakan, ia menyumbangkan tanahnya untuk keperluan pembangunan hunian tetap bagi warga yang tanah dan rumahnya ludes dihantam liquefaksi.

Peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap di Sibalaya Utara digelar Kamis 24 Oktober 2019, pekan lalu.

Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta mengatakan, kampung BPKH merupakan program bantuan terintegrasi bagi korban yang terdampak bencana gempa dan likuifaksi. Di antaranya, pembangunan rumah sehat ramah gempa, masjid, klinik, sarana air bersih dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat penyintas.

Menurut Bupati, dengan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah.

Selain itu, layanan kesehatan bagi warga dengan bangunan klinik, penyediaan air bersih dan toilet bisa mewujudkan warga sehat agar tahan terhadap penyakit.

Lanjut Bupati, bantuan senilai Rp20,8 miliar secara simbolis diserahkan Kepala Badan BPKH Anggito Abimanyu kepada Mitra Kemaslahatan Baznas, Rumah Zakat, DT peduli dan Lazismu di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada 23 Oktober 2019. Bantuan ini diarahkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).

Karena itu Bupati mengapresiasi ketulusan warganya, Farhan yang memyumbangkan tanahnya
serta BPKH dan Rumah Zakat yang memberikan bantuan terdampak gempa.

Lebih jauh Iwan Lapatta mengatakan, bantuan tersebut diberikan melalui mitra kemaslahatan BPKH di antaranya, Baznas, DT Peduli, Rumah Zakat Indonesia dan Lazis Muhammadiyah.
Dengan rincian bantuan:

 

*Rumah Sakit Siti Masyitah Kota Palu Rp2,4 M
*Almarkaz Al Islami Sigi Rp3,6 M
*Pengadaan mobil ambulans Rp622,6 juta
*Pembangunan Kampung BPKH Donggala Rp 5 M
*Masjid Al Ikhlas Pantoloan Palu Rp 2 M
*BPKH Kabupaten Sigi Rp 4,36 M
*Masjid Nur Illahi Rp 2,7 M

Saat ini keperluan hunian tetap (huntap) bagi Kabupaten Sigi sendiri masih sekitar 3.000 unit lebih. Rincian pembangunannya 1.500 unit huntap dan 1500 unit lagi huntap di kawasan satelit.

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, penyintas juga akan mendapat pelatihan kewirausahaan. Tujuannya untuk memotivasi para peserta agar bisa mandiri kembali dalam menjalankan usaha. ”Insya Allah 100 kepala keluarga akan tinggal di kampung ini. Mereka direkomendasi pemerintah setempat yang belum memiliki tempat tinggal tetap,” katanya.

Mardiyah, salah satu penyintas yang mendapat bantuan, mengaku bersyukur mendapat rumah di kampung BPKH tersebut. Ia adalah salah satu korban yang rumahnya hilang ditelan liquefaksi. Beruntung ia dan keluarganya selamat saat bencana. Meskipun seluruh hartanya hilang, suami dan 3 anaknya selamat. Saat ini, ia mendirikan pondok di lahan milik warga lain. Untuk menutupi kebutuhan sehari hari ia menggarap tanah di atas lahan yang dipinjamnya. Hasilnya dijual ke pasar.***

Penulis  : Ikram
Editor    : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini