FAO Salurkan Bantuan untuk Nelayan Donggala-Palu

0
428

PALU – Sebanyak 2.650 nelayan di pesisir Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menerima bantuan alat tangkap ikan skala kecil dari Badan Pangan dan Pertanian Bangsa-bangsa atau Food and Agriculture Organization (FAO).

Asisten FAO Representative in Indonesia-Program, Ageng Herianto mengatakan, dari 2.650 nelayan yang dibantu, 1.533 nelayan di antaranya adalah nelayan Kabupaten Donggala dan 1.107 nelayan Kota Palu.

Untuk Kota Palu, bantuan tersebut di salurkan kepada nelayan yang tersebar di Kelurahan Kampung Lere, hingga sebagian Kelurahan Silae.

Sedangkan untuk Kabupaten Donggala, bantuan di salurkan di sembilan kecamatan mulai dari Kecamatan Banawa, Banawa Selatan, Kecamatan Balaesang dan Balaesang Tanjung. Sembilan kecamatan itu adalah wilayah penyuluhan FAO.

Selain alat tangkap ikan, para nelayan Donggala dan Palu juga diberikan bantuan kotak pendingin.

Bantuan ini di serahkan secara simbolis oleh Dirjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Muchtar, kepada sejumlah perwakilan nelayan Rabu, (28/8/2019).

Ageng Herianto mengatakan, FAO telah berkomitmen membantu Indonesia saat bencana maupun krisis. Untuk penyaluran bantuan FAO belajar dari pengalaman saat membantu Aceh pascabencana gempa tahun 2004.

Jadi, lanjut dia, FAO memberikan bantuan secara merata dan sesuai kriteria melalui pendataan hasil kerjasama dengan pemda setempat.
“Membantu keluarga petani dan nelayan sudah menjadi komitmen kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini, FAO telah mengembangkan proyek ketahanan pangan sebesar 1, 2 juta USD sebagai bentuk respon terhadap gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) 28 September 2018.

Fokus program FAO di Pasigala, meliputi sektor pertanian, perikanan dan peningkatan nutrisi bagi ibu hamil, keluarga petani dan nelayan.

Terdapat lebih dari 14 ribu keluarga, atau lebih dari 70 ribu jiwa penerima manfaat FAO yang terdiri dari, petani, nelayan dan keluarganya, sudah mendapatkan bantuan yang diberikan sejak Juli 2019 lalu.

Wakil Bupati Donggala Mohammad Yassin mengatakan, nelayan Donggala sudah bangkit namun, tetap membutuhkan bantuan alat tangkap ikan, seperti yang di berikan FAO. “Bantuan FAO ini, sangat membantu memulihkan mata pencaharian para nelayan,” ujarnya.

Heris (52), Kepala Kelompok Nelayan Idaman Sintuvu Sangurara Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, mengatakan, dirinya dan kelompok – kelompok nelayan di desanya telah kembali bangkit untuk melaut, meskipun dengan alat tangkap ikan seadanya.

“Enam bulan setelah tsunami, saya sudah kembali melaut,” ucapnya.

Menurut dia, perahu yang ia gunakan melaut sekarang adalah sisa puing-puing yang dirakit ulang. Meski demikian ia tetap semangat melaut. Apalagi, sudah mendapat bantuan peralatan tangkap ikan dari FAO. Bantuan itu kata dia, sangat membantu dirinya untuk kembali bangkit.

Heris saat ini sebagai ketua kelompok nelayan Idaman. Kelompok nelayan Idaman ini dibawah naungan rukun nelayan Sintuvu Sangurara.

Rukun nelayan Sintuvu Sangurara lanjut Heris, memiliki tiga kelompok didalamnya, dengan total 36 nelayan. Masing-masing dari tiga kelompok itu mempunyai dua belas nelayan.

Saat gempa mengguncang Pasigala, rumah Heris yang berdiri membelakangi pantai Loli Saluran tepatnya di Jalan Trans Palu-Donggala hilang disapu tsunami.

Sejak itu, Heris tinggal di bilik yang ia buat sendiri di seberang Jalan Poros-Donggala. Jaraknya sekitar 100 meter dari rumah sebelumnya. “Hari ini genap sebelas bulan saya, istri dan anak tinggal di bilik sederhana ini,” ujarnya.

Heris ingin sekali pindah ke huntara, namun menurut dia, huntara sudah penuh. Meski tidak mendapatkan huntara ia berharap ke depan akan mendapatkan hunian tetap.

Senada dengan, Astati (55) Ketua Rukun Nelayan Ritasi Katuvu Kelurahan Silae, Kota Palu, usai menerima bantuan di Anjungan Gonenggati Donggala mengatakan, akan memanfaatkan dan menjaga bantuan yang di berikan FAO sebaik-baiknya.

“Terima kasih sekali, sudah membantu kami dengan peralatan yang menunjang kami di tengah laut,” ucapnya.

Astati juga mengharapkan FAO bisa segera merealisasikan bantuan peralatan melaut untuk kedua belas anggota kelompok nelayannya.

Reporter /Foto : Moh. Fais Syafar
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini