Data Penerima Stimulan Hilang, BPPD Minta Warga Tidak Gusar

0
1199
CEK NAMA - Ribuan warga Palu mengantri untuk memastikan data mereka masuk sebagai penerima dana stimulan tahap 2 di Kantor BPBD Palu (foto: hamdi anwar)

PALU – Penyaluran stimulan perbaikan rumah rusak tahap dua  segera direalisasikan. Pemkot Palu telah menerima dana hibah sebanyak Rp820 miliar lebih. Merespons rencana ini, ribuan warga Palu berjubel mendatangi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu.
Jumlah warga yang datang untuk memastikan diri tercatat dalam basis data BPBD Palu kian bertambah. BPBD Palu bahkan membuka banyak meja pelayanan.

Untuk diketahui, pendataan warga calon penerima stimulan perbaikan rumah awalnya dilakukan Bappeda Palu. Memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, data tersebut ditake over ke BPBD Palu.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku namanya tidak lagi terdata dalam basis data di BPBD Palu. Padahal sewaktu di Bappeda, nama mereka masih terdata dan bisa diakses melalui website bappedakotapalu.go.id.

“Bahkan di kantor lurah nama kami masih ada. Tapi begitu kami cek di BPBD ternyata sudah hilang,”keluh 12A seorang warga yang ditemui di BPBD beberapa waktu lalu.

Ratusan warga lainnya terlihat melakukan komplain ke petugas pelayanan terkait kondisi tersebut. Bahkan warga lainnya mengaku, seluruh datanya hilang. Baik di kantor lurah, maupun di Bappeda Palu.

“Padahal kita ini awalnya didata pak RT. Lalu ke kantor lurah. Bolak balik bawa berkas persyaratan. Eh, begitu kami cek ternyata nama saya tidak masuk data,”ujar warga lainnya dalam antrian.

Kepala Pelaksana BPBD Palu, Fresli Tampubolon menjelaskan pihaknya adalah pintu terakhir penanggungjawab pendataan itu. Ia menjelaskan, sewaktu data masih berada di Bappeda, nama penerima stimulan belum dilengkapi dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (NOK). Makanya kata dia, data yang diterbitkan BPBD adalah data yang telah disortir bersama dengan dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).

“Begitu di BPBD, mungkin NIK dan NOK ini tidak teridentifikasi, “jelasnya.
Beberapa faktor lain adalah terjadi karena data yang dimasukkan oleh warga ke Bappeda adalah rumah yang masuk dalam zona merah. Terhadap rumah dalam zona merah terangnya dialihkan relokasi sebagai penerima hunian tetap (Huntap). “Yang masuk zona harus masuk huntap. Tapi datanya masuk di penerima stimulan,”ujarnya.

Namun Fresli mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena saat ini BPBD Palu tetap akan mengakomodir warga yang namaya belum terdata sebagai penerima stimulan. “Kalau misalnya belum punya NIK dan NOK, warga bisa minta pengantar dari kelurahan,”pungkasnya.

Sebelumnya Hidayat mengaku bahwa sebagaimana data penerima stimulan yang telah ditetapkan melalui SK Gubernur Sulteng yakni sebanyak 48.598 unit rumah rusak berat, sedang dan ringan.
Namun kemudian data yang disodorkan ke BNPB RI hanya sebanyak 40.399unit. Terdapat kekurangan sebanyak 8.199unit. Terhadap perbedaan data ini Hidayat kembali mengusulkan penyaluran dana stimulan tahap tiga agar selisih minus data bisa terakomdir.***

Penulis  : Hamdi Anwar
Editor    : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini