Dana Stimulan Tidak Cukup, Warga Rogoh Kocek Pribadi

0
564

Hamdi Anwar (36) adalah salah satu korban gempa 28 September 2018, sebentar lagi bakal menempati rumah barunya di Kompleks Mahkota Mas Kelurahan Tanahmodindi – Kecamatan Mantikulore. Ia termasuk salah satu dari 1.594 penerima dana stimulant di Kota Palu. Hamdi menerima sebesar Rp50 juta, karena rumahnya rusak total. Hamdi dan lima rekannya di BTN Mahkota Mas, menerima dana stimulan Agustus 2019. Kini memasuki ketiga pencairan.

Hamdi mengatakan, perjuangan untuk mendapatkan dana stimulan membutuhkan perjuangan yang panjang. Ia harus bolak balik ke bagian kelurahan, untuk memastikan namanya masuk dalam data penerima stimulant. ‘’Tak sekali dua kali. Saya bolak balik,’’ katanya.

Ia harus mendatangkan langsung orang untuk melihat lokasi rumah. Inisiatif itu dilakukan sendiri. Jika menunggu petugas datang,kemungkinan besar namanya hilang dari daftar penerima bantuan. Dari hasil pemeriksaan itu, rumahnya kemudian dikatagorikan rusak berat. Dengan dana santunan Rp50 juta.

Dana yang diterima tahap pertama itu sebesar Rp25 juta. Sisanya Rp10 juta d transfer ke toko untuk membeli bahan. Sisanya lagi Rp10 juta diberikan tunai. Terakhir sebesar Rp 5 juta untuk biaya tukang. Dana sebesar Rp50 juta diakuinya tidak cukup. Ia harus merogoh kocek pribadi sebesar Rp25 juta. Total pembangunan rumah miliknya seebsar Rp75 juta.

Masih menurut Hamdi, walaupun di atas tanah kini bukan lagi rumah BTN, namun ia harus membayar angsuran ke BTN sebesar Rp1.100.000 setiap bulan selama 15 tahun. Sebelumnya, ia sudah mengeluarkan uang sebesar Rp18 juta hingga akad. Menurut dia, yang dibayar ke BTN sebenarnya tinggal tanah, seluas 9 x 7 meter persegi.

Hamdi berharap, rumahnya kini secepatnya rampung, agar segera memboyong keluarga kecil di rumah barunya itu.*

Penulis : Istianah
Editor   : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini