Cerita Stenly dan Abhie, 43 hari Berjuang Melawan Virus di Ruang Isolasi

0
216
BUNGA UCAPAN - Managemen RS Madani memberikan seikat kembang kepada Stenly dan Abhie, melambangkan harapan untuk melanjutkan kembali pada kehidupan selanjutnya. (f-yardin)

Berada di ruang isolasi selama 43 hari bukan pengalaman mengenakkan. Saban hari berhadapan dengan tembok kamar. Melongok keluar hanya tersaji pemandangan lanskap dan labirin rumah sakit.  Sambil menyadari di dalam tubuh berdiam virus yang terus menggerogoti organ tubuh. Begitu seterusnya selama 43 hari. Hingga akhirnya tibalah hari kebebasan itu.

——-

HUJAN lebat terus mengguyur wilayah Mamboro – Palu Utara. Di teras ruang isolasi covid 19 RS Madani berkumpul puluhan orang. Ada tenaga medis dan jurnalis. Beberapa pejabat dari Pemkot Palu terlihat di sana.

Bagi Pemkot Palu hari itu, terasa istimewa. Dua warganya dinyatakan sembuh dari covid 19 – virus maut yang belum ada obatnya itu. Kegembiraan pasti pula dirasakan dua pasien Stenly Lade dan Anugrah La’bi Tulak (26) alias Abhie. Di balik masker hijau muda yang menutup wajah keduanya, raut kegembiraan jelas tergambar di sana.

BUNGA KEMENANGAN – Anugrah La’bi Tulak menerima seikat kembang dari Wali Kota Palu Hidayat, kembang kemenangan melawat Covid 19. (f-yardin)

Sesekali keduanya tergelak mendengar celetukan Dirut RS Madani Palu dr Nirwansyah Parampasi, saat sambutan pelepasan keduanya di ruang isolasi covid 19, Jumat 29 Mei 2020. Kehangatan dalam seremoni kecil itu seolah mengalahkan cuaca dingin yang menusuk disertai hujan deras.

Semua orang, pewarta, keluarga pasien, tenaga medis dan Wali Kota Palu Hidayat dan stafnya fokus mengikuti prosesi sederhana itu. Mengabaikan hujan yang terus menghunjam tanpa ampun. Semua perhatian tertuju mengikuti momentum bahagia ini. Terlebih saat keduanya mulai diminta menyampaikan kesannya selama dalam pengobatan.

Abhie saat memberikan testimoni menyampaikan keresahan hatinya. 43 hari terkurung di dalam bangunan kaku, ia sempat dilanda rasa was-was. Dari beberapa pemeriksaan usap tenggorokan, ia selalu dinyatakan positif. Sedangkan teman-temannya selalu negatif. Hasil pemeriksaan swab itu, ungkap gadis cantik asal Pendolo – Pamona Selatan – Kabupaten Poso ini, terus menghantui perasaannya. ”Teman teman saya diperiksa negatif. Terus saya koq hasilnya selalu positif,” curhatnya dalam di hadapan Wali Kota Palu Hidayat dan sejumlah jurnalis.

Sesekali celetukan mahasiswi kedokteran Universitas Tadulako ini terasa lucu – membuat belasan orang di ruangan kecil tergelak mendengar ucapannya. Saat Abhie tak sungkan memuji perawat yang merawat dirinya, sontak tepuk tangan membahana mengalahkan bunyi air hujan yang menerjang atap.

Abhie mengaku beruntung mendapat dukungan moral yang begitu kuat dari tim perawat. Para dokter dan tenaga medis tak hanya menyodori mereka obat-obatan dan vitamin penambah imun. Tapi juga mengajak bercengkerama dan bermain. Berkat para perawat suasana selama masa isolasi menjadi terasa hidup. Ikut membawa energi positif dalam proses penyembuhan mereka, sejak divonis terkonfirmasi covid 19.

Sedangkan rekannya, Stenly walau hari harinya terkurung dalam ruang isolasi, namun berusaha tetap terkoneksi dengan dunia luar. Ia misalnya rajin mengunggah tulisan di akun facebooknya. Mengabarkan suasana terkini di ruang isolasi. Dengan gaya storytelling, ia mengisahkan banyak hal tentang hari harinya di rumah sakit. Tentang keramahan dokter. Tentang senyum manis para perawat. Tentang suka duka dokter yang dibebat APD namun tetap telaten melayani kebutuhan mereka.

Bahkan salah satu bidan yang telaten merawat mereka, tak luput dari ulasannya di laman facebooknya. Latarbelakangnya sebagai jurnalis, membuat Stenly terlihat mudah menuangkan tulisannya demi berbagi pengalaman berharga saat dihajar virus maut itu.

 

Stenly mengisahkan, selama menjalani masa-masa karantina, ia pun menjalankan hobinya membaca. Sesuatu yang sulit dilakukan – jika tak sedang di rumah sakit. Sesekali ia mencoba membunuh waktu dengan memetik dawai gitar. Mengalunkan lagu favorit untuk mengusir kejenuhan yang menyergap setiap saat.

 

Namun kegembiraan Stenly diperbolehkan kembali ke rumah, menyisakan cerita getir. Berbeda dengan Abhie yang bisa diterima dengan tangan terbuka oleh keluarga besarnya. Stenly mengaku, di kalangan keluarganya masih ada yang belum sepenuhnya bisa menerima kehadirannya yang menyandang status penyintas covid 19.

 

f-yardin
SENYUM BAHAGIA – Stenly Ladee menerima seikat kembang dari Wali Kota Palu Hidayat, kembang kebahagiaan usai menang menaklukan covid

Padahal secara medis yang dibuktikan hasil tes swab beberapa kali, sudah dinyatakan sembuh dari virus. ”Entah kenapa. Padahal secara medis kami kami ini sudah dinyatakan sehat. Tapi saya melihat ini soal literasi di masyarakat kita yang sangat kurang,” katanya bijak. Karenanya, sekeluarnya dari rumah sakit, ia memilih berada di rumah kawannya.

 

Menurut dia, seiring berjalannya waktu pemahaman-pemahaman yang keliru semacam itu bisa diperbaiki. Pasien covid yang sembuh tidak untuk dicibir atau dijauhi. Mereka punya hak yang sama dengan warga lain untuk hidup setara di dalam komunitas tertentu.

MINTA MASYARAKAT MENERIMA MEREKA

Saat prosesi pelepasan pasien covid 19, Dirut RS Madani dr Nirwansyah Parampasi mengingatkan, agar masyarakat tidak menempatkan mereka sebagai musuh yang harus dijauhi. Pasien-pasien ini ungkap Nirwansyah secara medis sudah dinyatakan sehat. ”Tidak ada lagi keraguan. Mereka semua sudah sehat. Terimalah mereka sebagai saudara seperti pada kehidupan sebelumnya,” pinta Nirwansyah dalam sambutan singkatnya.

 

Dokter muda ini mengaku perlu menyampaikan imbauan ini, karena menyadari masih sebagian masyarakat yang menolak kehadiran bekas pasien covid. ”Mereka ini jangan dimusuhi. karena memang bukan musuh. tapi Saudara kita,” ungkapnya.

f-yardin
SELAMAT JALAN – Stenly dan Abhie berada di atas ambulans bersiap meninggalkan RSU Madani menuju kediaman masing-masing

Sedangkan kepada pasien, lagi-lagi Nirwansyah berpesan untuk tetap menjalankan protokol pencegahan covid secara serius. Jaga jarak, jangan berkerumun, gunakan masker saat di luar rumah dan biasakan pola hidup bersih dan sehat serta mengonsumsi asupan gizi yang memadai.

Prosesi yang dihadiri seluruh perawat di ruang isolasi diwarnai dengan pemberian seikat kembang dari Wali kota Palu Hidayat kepada Stenly dan Abhie. Diiringi senyum dan riuh tepuk tangan, keduanya tampak gembira menerima kembang cantik dari Wali Kota Palu Hidayat. Menggunakan rompi bertulis gugus tugas covid di punggungnya, Hidayat pun tak berhenti bersyukur atas kesembuhan dua warganya itu.

Prosesi yang berlangsung di tengah hujan lebat, berlangsung singkat namun kaya makna. Seremoni ini mengirim pesan kepada semua orang, bahwa musuh tak nampak ini sebenarnya bisa ditaklukan dengan kesungguhan dan ketelatenan mematuhi standar kesehatan yang direkomendasikan tenaga medis. Prosesi sederhana ini juga menandai satu babak kemenangan dalam perjuangan melawan virus maut yang menjadi momok global ini. ***

Penulis + foto: Yardin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini