Cegah Pelecehan, JMK Oxfam Pasang Lampu di Huntara

0
430

PALU – Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) Oxfam memasang lampu penerangan tenaga surya di sejumlah hunian sementara yang ada di Kabupaten Donggala dan Sigi.

Program Manager JMK Oxfam, Anggoro Budi P mengatakan, lampu tenaga surya ini telah dipasang di Kecamatan Balaesang Tanjung sebanyak 25 unit, 15 unit di Desa Rano, Ketong, Pomolulu, Palau dan Kamonji.

Sedangkan 10 unit lainnya di pasang di Kecamatan Sirenja, Desa Lende Tovea, Sipi, Lompio dan Ujung Bau.

Untuk Kabupaten Sigi, JMK Oxfam telah mamasang 11 unit lampu tenaga surya yang disebar di huntara Desa Wisolo, Bangga, Mpanau dan Salua.

Sebelum melakukan pemasangan lampu tenaga surya ini, Gender Protection dan Protection Officer serta team work yang tersebar di sejumlah huntara melakukan assesment atau penilaian.

Dari hasil penilain itu, mereka menemukan, bahwa, kurangnya penerangan menyebabkan kelompok perempuan dan anak sangat rentan terjadinya pelecehan seksual.

“Kondisi gelap di huntara seringkali dimanfaatkan pelaku pelecehan seksual untuk melakukan pengintipan penghuni huntara berjenis kelamin perempuan yang sedang melakukan aktivitas di dalam,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, JMK Oxfam langsung melakukan pemasangan lampu tenaga surya, untuk meminimalisir terjadinya pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak.

“Lampu penerangan di pasang di depan fasilitas umum, seperti kamar mandi yang ada di hunian sementara,” terangnya.

Pemilihan lampu tenaga surya, kata Anggoro, sengaja dipilih agar tidak membebankan biaya pembayaran listrik bagi penyintas yang tinggal di huntara.


Lampu tenaga surya yang dipasang JMK Oxfam ini, memiliki sistem sensor gerak. Ketika ada pergerakan di bawah lampu, maka, secara otomatis lampu akan menyala lebih terang.

Protection Officer Ichan menambahkan, peristiwa pelecehan seksual seperti pengintipan sudah sering terjadi di beberapa huntara.

“Pelaku memanfaatkan kurangnya pencahayaan di fasilitas umum berupa toilet lalu mengintip penyintas yang sedang beraktivitas di dalam,” ujarnya.

Sapriadin Ketua RT 11 Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, yang juga koordinator di huntara Mpanau I membenarkan hal itu, menurutnya, pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak sering terjadi di tempat itu. Hal ini kemudian di laporkannya ke Kepala Desa setempat.

Namun, setelah JMK Oxfam memberi penerangan, tindak pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak berkurang. Ia berharap jumlah lampu penerangan dapat ditambah, kemudian disebar disejumlah titik lainnya yang ada di enam blok.

Idealnya, kata dia, ada lima lampu penerangan seperti ini. Di hunian sementara itu, ada enam blok dengan jumlah bilik sebanyak 72. Sehingganya ada beberapa titik yang pada malam hari sangat gelap.

“Lampu tenaga surya yang dipasang di tempat ini baru satu. Kami berharap bisa ditambah lagi jumlahnya,” ujar Sapriadin.

Sejumlah penghuni huntara khususnya perempuan di tempat ini mengungkapkan, semenjak ada lampu penerangan, mereka tidak takut lagi beraktivitas ke toilet pada malam hari.

Reporter/Foto : Irwan K Basir
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini