Catatan Sejarah Gempa dan Tsunami Banggai 4 Mei 2000

0
720
Foto : ilustrasi

GEMPA Bumi dengan Kekuatan 6,9 SR mengguncang Banggai Kepulauan, Jumat 12 maret 2019 Pukul 18.40 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam Releasenya menginfokan bahwa pusat gempa terjadi di Banggai Kepulauan magnitudo 6,6 SR 87 KM arah barat daya, Banggai Kepulauan dengan kedalaman 10 kilometer.

Dalam catatan sejarah kebencanaan di Banggai Kepulauan, Pada tanggal 4 Mei 2000, Daerah tersebut pernah digunjang gempa disertai dengan gelombang Tsunami.

Bencana Gempa dan Tsunami Kabupaten Banggai terjadi pada hari Kamis, tanggal 4 Mei 2000, pukul 12:21 WITA., dengan kedalaman 26 KM (16 Mil) berpusat di 1,356 Lintang Selatan dan 123, 57 Bujur Timur ( Kompas, 5 Mei 2000).

Gempa Banggai 4/05/200, menurut data Badan Geologi Amerika Serikat berkekuatan 7,6 Mw (Magnitudo Moment), memicu gelombang tsunami 3 m, dengan gempa susulan sebanyak 9 kali.
Gempa dirasakan sampai ke Toli-toli, Menado, Gorontalo, Palu dan Ternate dengan intensitas II-IV MMI, sedangkan di Luwuk besaran Intensitas gempa VI-VII MMI ( Modified Mercally Intensity).

Pewarta Kompas tanggal 05/05/2000 menuliskan, tiga korban tewas di Luwuk, empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan. Akibat getaran gempa di Luwuk, beberapa bagian bangunan pada Kantor Bupati Banggai, Gedung BRI, dan Mesjid Darussalam mengalami kerusakan.

Sementara di Desa Ponding-ponding, Kecamatan Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan terdapat sedikitnya 60 rumah ambruk, dua unit bangunan SMP, sebuah bangunan SD, Kantor Diknas Kecamatan, sebuah masjid, sebuah gereja, dan dua dermaga. Kerusakan bangunan yang sama parahnya terjadi di Kecamatan Balantak.

Tsunami menenggelamkan 2 Desa di Pulau Peling (94 Km arah Tenggara Luwuk), Desa tersebut adalah Kayuntayo dan Uwedikum dengan korban tewas sebanyak 9 orang. Di Koran yang sama edisi tanggal 9 mei 2000, menuliskan akibat gempa dan tsunami sekitar 700 KK atau 3.000 warga Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melakukan eksodus ke Luwuk. Pemberitaan selanjutnya tanggal 20 Mei 2000 kembali pewarta Kompas menuliskan ; Di Kabupaten Bangkep, sekitar 26.682 jiwa pengungsi tersebar di tempat penampungan, yakni Lapangan Trikora Salakan (sekitar 3.548), Pelabuhan Penyeberangan Salakan dan di jalan-jalan (sekitar 3.365), Lapangan Sepak bola Totikum (sekitar 13.980), dan Lapangan Sepak bola Banggai (sekitar 5.789 jiwa).

Sementara di Kabupaten Banggai terdapat sedikitnya 13.000 jiwa pengungsi tersebar di Kecamatan Luwuk (sekitar 4.450), kecamatan Lamala (sekitar 3.678), Kecamatan Balantak (sekitar 4.760), dan Gedung Nasional Luwuk (sekitar 205 jiwa).

Korban Gempa dan Tsunami Banggai 4 Mei 2000 secara keseluruhan menewaskan 54 Orang dan 264 orang Luka-luka.

PENYEBAB GEMPA BANGGAI

Daryono (BMKG) menuliskan bahwa Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari kerangka sistem tektonik Indonesia. Daerah ini terletak pada zona “triple junction”, terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik, sehingga ketiganya bertumbukan mengakibatkan Daerah Banggai sebagai salah satu daerah yang memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi di Indonesia.

Daryono juga mengutip pendapat Steve, J.M. and Moyra E.J.W., 1998, (Biogeographic Implication of the Tertiary paleogeaographic evolution of Sulawesi and Borneo, SE Asia Research Group, University ofTechnology, Perth, Australia): “Struktur Sesar Naik Balantak, Sesar Naik Batui, Sesar Naik Sangihe Timur dan Sesar Naik Sorong Utara, Sesar Naik Sula, Sesar Matano dan Sesar Sorong Utara merupakan generator gempabumi yang berpotensi mengguncang wilayah Kabupaten Banggai dan sekitarnya. ***

Penulis: Herianto
Foto: Dok Historia
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini