BPBD Kembali Buka Pendaftaran Stimulan

0
696
f-yardin PUING - Foto warga berserakan di puing rumah di lokasi likuifaksi - Petobo

PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu telah mengasesment seluruh data penerima stimulan perbaikan rumah tahap 2 tahun 2020. Dari jumlah 38.805 unit yang dilaporkan warga, hanya sekitar 55,74 persen yang berhasil ditemukan sesuai data dan alamat serta kelengkapan syarat lainnya.

Dana yang dipersiapkan untuk stimulan tahap 2 sebesar Rp780.040 miliar lebih. Sejauh ini dana stimulan terserap Rp329.790 miliar lebih. Masih tersisa sebesar kurang lebih Rp469.250 miliar lebih.

Terkait adanya sisa dana stimulan tahap 2 tersebut, Pemkot melalui BPBD Palu meminta, jika ada warga yang merasa belum terakomodir untuk penerima stimulan tahap 1 dan 2. Maupun dalam basis data stimulan tahap 3 dan 4, untuk segera melaporkan diri di kantor BPBD Palu.

“Jadi kita akan akan akomodir sebagai data tambahan,”kata Singgih, Kepala Pelaksanan BPBD Palu, Selasa 30 Juni 2020. Singgih mengaku optimis dengan adanya sisa dana yang tidak tersalur pada tahap 2 tersebut, bisa dialihkan ke tahap 3 maupun data tambahan nanti.

“Kita tinggal menyesuaikan. Karena terhadap seluruh data yang ada pasti akan dilakukan asessmen untuk mengetahui kebenaran tingkat kerusakanya,”jelas Singgih.

Dia mengatakan, bagi warga yang ingin melaporkan rumahnya, untuk melampirkan KTP, kartu keluarga, dokumetasi kerusakan rumah serta dokumen kepemilikan rumah. “Laporkan langsung di kantor BPBD Palu,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, hasil asessmen lapangan yang dilakukan TP4D, tidak semua data kerusakan rumah sesuai dengan kondisi riil di lapangan yang dilaporkan. Contohnya untuk kategori rumah rusak berat (RB). Dalam data tahap 2, jumlah rumah RB tercatat sebanyak 4.141 unit. Namun setelah dilakukan asessmen lapangan, ternyata hanya 715 diantaranya yang memenuhi syarat teknis dalam katagori rusak berat.

Selebihnya turun grade menjadi rusak sedang dan ringan. Bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mengalami kerusakan. Proses asessmen sendiri sudah berjalan sekitar 3 bulan lebih.

Singgih mengatakan, angka 715 unit ini kemungkinan besar tidak lagi bertambah. Sebab, selama 1 bulan terakhir, asessmen terus dilakukan terhadap 4.141 unit RB. Namun tak ada lagi yang memenuhi syarat untuk kategori rusak berat. Maka kemungkinan besar pula dana yang tersisah dari alokasi anggaran untuk stimulan rumah rusak berat tahap 2 akan dialihkan untuk membayarkan stimulan tahap 3 nanti.

“Kita optimis stimulan tahap 3 nanti bisa dicover dari sisa dana stiimulan tahap 2 tersebut,” paparnya. Karena basis data kerusakan rumah yang tercatat di BPBD Palu untuk tahap 3 sebanyak kurang lebih 8000-an unit. Termasuk ketambahan data sebanyak kurang lebih 15ribu unit.

Adapun jumlah total data penerima stimulan perbaikan rumah rusak tahap 2 tahun 2020 sebanyak 38.805 unit. Hingga Jumat 26 Juni 2020 total dana stimulan yang tersalur sebesar Rp319.7 miliar lebih dari total anggaran sebesar Rp779 miliar lebih. Dan masih tersisa anggaran sebesar Rp469.2 miliar lebih.

Dengan rincian rumah rusak ringan sebanyak 18.974 unit.  SK dan buka rekening sebanyak 14.282. masuk rekening 13.388. realisasi anggaran sebesar Rp133.9miliar lebih dari anggaran yang disiapkan Rp189.7miliar lebih.

Rusak sedang sebanyak 15.690. buka rekening sebanyak 6.633 dan cair sebanyak 6.172. Anggaran terserap sebesar Rp154.3 miliar lebih dari total anggaran Rp392.2miliar lebih. Anggaran yang belum tersalur sebesar Rp237.9 miliar lebih.

Sedangkan rusak berat sebanyak 4.141 unit. Membuka rekening sebanyak 715 dan sudah dicarikan kepada sebanyak  632 KK. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp31.6 miliar lebih dari total Rp207 miliar lebih. Anggaran yang belum tersalur sebesar Rp175.4 miliar lebih. (mdi).

Penulis  : Hamdi Anwar
Editor    : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini