Bocor Saat Hujan, Panas Saat Kemarau

0
194

PALU – Dua bulan hidup di tenda pengungsian, bukan hal yang mudah bagi Izawati. Ia harus bersiasat agar bisa bertahan di tenda sampai nantinya menempati hunian sementara.

Perempuan berumur 35 tahun itu, menempati tenda di pengungsian Petobo bersama suami dan lima anaknya. Namun Iza dan keluarganya selalu meninggalkan tenda di siang hari. Sebab hawa di dalam tenda cukup panas di saat matahari sedang menyengat.

“Ini karena tidak ada lubang angin di tenda, jadi panasnya bukan main,” katanya ditemui pekan lalu. Karena itu, ia bersama suaminya sedang membangun sebuah pondok berbahan kayu.

Bur, suami dari Iza, saat diwawancarai menjelaskan pondok tersebut dibangun sebagai tempat mereka beraktivitas dan beristirahat di siang hari. Untuk membangun pondok itu, Iza dan suaminya harus mengumpulkan potongan demi potongan kayu dan memungut atap bekas. Pondok itu belum sepenuhnya tuntas, tapi sudah bisa mereka pakai di siang hari.

“Masih mau kumpul kayu lagi. Tapi untuk sekarang, ini rumah setidaknya sudah bisa kami pakai untuk berteduh di siang hari. Kalau sudah malam baru masuk tenda lagi,” ucap Bur.

Setelah kemarau hampir berlalu, masalah lain datang menjelang musim penghujan. Setiap hujan tiba, ternyata tenda pun bocor. Air hujan membasahi tenda tenda dan menetes ke dalam sehingga mengganggu tidur keluarga Iza.

“Disini kalau turun hujan, menetes-menetes air dari atap. Tinggal kita sediakan lagi loyang untuk tampung air,” kata Iza.

Di pengungsian di Jalan Akhairat Tondo, kualitas tenda pengungsiannya lebih baik. Menurut Aco, salah satu pengungsi, tenda mereka tetap aman selama musim penghujan. “Alhamdulillah kalau tenda kami itu tidak ada bocor. Hanya saja pada saat hujan itu kami kedinginan walaupun telah memakai selimut,” kata Aco.

Ladale, Ketua Rukun Tetangga (RT) yang mengungsi di Jalan Alkhairat Tondo, mengatakan, tenda yang dibangun untuk korban tsunami di daerahnya cukup awet dari terjangan angin, hujan dan panas yang menyengat. “Ini tenda yang didirikan oleh pemerintah. Tidak ada tenda warga yang bocor. Kecuali tenda terpal yang dipakai untuk shalat pasti bocor saat hujan,” kata dia.

Reporter & Foto: Zulrafli Aditya dan Rizaldy Alif S.
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini