BNS Beroperasi Ratusan Karyawan Kembali Bekerja

0
224

PALU – Senyum semringah terlihat menghiasi wajah sejumlah karyawan Bumi Nyiur Swalayan (BNS). Tujuh bulan nyaris tidak punya kerjaan, mereka akhirnya bisa kembali bekerja di salah satu swalayan terbesar di Kota Palu itu.

Beberapa karyawan BNS mengaku, selama ini mereka praktis bekerja apa saja sembari menunggu retail yang terletak di kawasan Bumi Nyiur itu beroperasi kembali. Beberapa yang lain mengaku, terbantu karena masih tinggal dengan orang tua, sehingga tidak terbebani untuk membayar kos. ”Saya tinggal dengan orang tua jadi tidak perlu bayar kos. Tapi ada teman yang terpaksa pulang kampung di karena belum ada kerjaan,” ungkap salah satu karyawan yang meminta namanya tidak ditulis.

Sebagai pusat perbelanjaan yang cukup besar, terhentinya kegiatan transaksi BNS membuat ratusan karyawannya kelimpungan, karena tempat mereka bekerja praktis berhenti total. Kini senyum mereka kembali merekah, terhitung sejak 15 Mei BNS akhirnya kembali beroperasi.

BNS yang terletak di Jalan S Parman itu, terpaksa menghentikan operasionalnya, bukan semata-mata karena hantaman gempa yang merontokkan gedungnya. Penjarahan yang dilakukan pada hari pertama gempa membuat, swalayan tersebut menghenatikan kegiatan operasinya. Walau demikian, beberapa cabang di Kota Palu maupun di luar kota tetap beroperasi sebagaimana biasa.

Manager HRD BNS Palu Bernard Goni kepada sejumlah wartawan, mengatakan BNS kembali buka setelah beberapa bulan tutup. “Untuk tahap awal hanya dibuka di lantai satu karena lantai dua masih renovasi. Sedangkan gedung baru juga belum bisa beroperasi karena rusak diguncang gempa,” katanya kepada sejumlah wartawan, Selasa petang,14 Mei 2019.

Menurutnya, pihak BNS membuka kembali setelah memperoleh dukungan dari beberapa pihak. Sedangkan untuk pinjaman perbankan masih dalam proses. “Modal untuk buka kembali berkisar empat miliar rupiah,” katanya lagi.

Ia juga menyebutkan kerugian yang dialami BNS pascabencana dan penjarahan mencapai Rp30 miliar. BNS berharap pemerintah memperhatikan masalah yang dihadapi pengusaha.
Untuk tenaga kerja, kata Bernard, masih ada sekitar 60 persen karyawan lama yang kembali bergabung. Sisanya tidak lagi bergabung karena sudah bekerja di tempat lain setelah lama menunggu.

Bernard juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah sukarela mengembalikan barang-barang yang sempat dijarah beberapa hari pasca gempabumi. Saat ini ribuan tenaga kerja di sektor jasa perhotelan belum bisa mengklaim kembali pekerjaannya. Sejumlah hotel besar di Kota Palu, bahka berhenti total.***

Penulis + Foto: Pataruddin
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini