Bertahan di Pengungsian, Warga Khawatir Rumah Dimasuki Pencuri

0
132
Keterangan Foto: Warga Kota Luwuk masih terkosentrasi di ketinggian

PALU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan tsunami beberapa jam lalu. Walau demikian warga masih bertahan di pengungsian. Mereka enggan kembali ke rumah.

Emmy Rumayar warga Kota Luwuk, mengatakan, mayoritas warga yang mengungsi enggan kembali ke rumah. Padahal, mereka sudah diberitahu oleh otoritas setempat, bahwa BMKG telah mencabut peringatan tersebut. ”Kita masih takut pulang. Takut jangan jangan ada tsunami,” katanya.

Pengakuan yang sama juga dikemukakan Rosmini (43) tahun. Karyawan salon kecantikan di Luwuk ini mengatakan, mereka enggan kembali ke rumah karena khawatir ada gempa susulan dan menyebabkan tsunami. ”Saya masih teringat peristiwa gempa di Palu,” kata perempuan ini via telepon. Kawan kawannya, aku Rosmini mulai ada yang khawatir rumah yang mereka tinggalkan dimasuki pencuri. Namun kata dia, yang laki-laki terus melakukan pengecekan di kawasan perumahan.

Evan Pontoh jurnalis LKBN Antara Palu, yang dihubungi di Luwuk mengaku, warga masih terkosentrasi di pengungsian. Bukit Keles dan Bukit Halimun adalah dua kawasan yang menjadi sasaran untuk mengungsi. Dari atas bukit kata dia warga bisa memantau dengan jelas suasana situasi di pantai.

Menurut Evan, ia dan keluarganya sampai saat ini memilih di pengungsian sambl terus memantau situasi. ***

Penulis: Yardin Hasan
Foto: Aji Ramadani
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini