Belajar Kebencanaan dari Selandia Baru

0
157

PALU – Kota Palu bisa belajar dari Kota Wellington dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sebab Ibu kota Selandia Baru itu memiliki kemiripan bentang alam dengan Kota Palu, tapi memiliki mitigasi bencana yang jauh lebih baik.

Hal itu disampaikan peneliti Sesar Palu Koro dari Universitas Tadulako, Abdullah, dalam Forum Warga Membaca Bencana di Rumah Peduli SKP-HAM Sulawesi Tengah, pada Jum’at (7/12) malam.

Acara itu dihadiri puluhan penyintas gempa dan relawan kemanusiaan. Menurut Abdullah, Wellington memiliki lembah, gunung, teluk, dan juga dibelah oleh sesar aktif bernama Sesar Wellington.

Untuk menghadapi bencana yang setiap saat bisa datang, Wellington telah memakai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan bangunan yang tahan gempa. “Pondasi bangunan modern di Wellington itu tidak semua dari bahan beton, tapi dikombinasi dengan karet mentah dan tebalnya sampai lebih satu meter,” kata Abdullah.

Bangunan tua di Selandia Baru pun berbeda dengan bangunan tua di Indonesia. Di Indonesia, bangunan tuanya cukup diganti cat atau ganti plafon. Akan tetapi di Selandia Baru, justru mengganti pondasi rumah dengan pondasi dari bahan bangunan campuran beton dan karet mentah. “Konstruksi pondasi tahan gempa dari Selandia Baru itu bisa diterapkan di rumah-rumah Kota Palu,” katanya.

Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, kata dia, masyarakat tak perlu takut dan khawatir untuk tinggal di Kota Palu, meski daerah ini memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Masyarakat harus bisa hidup bersahabat dengan daerah yang rawan bencana.

Pegiat literasi Neni Muhidin yang hadir sebagai moderator dalam forum diskusi tersebut juga menilai bahwa Selandia Baru menjadi negara yang paling terdepan dalam mitigasi bencana. “Bagi saya, negara dengan mitigasi bencana terbaik di dunia itu bukan Jepang, melainkan Selandia Baru,” ucapnya.

Reporter: Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini