Banyak Anak Kekurangan Gizi Pascabencana

0
235

SIGI – Selama masa bencana di Sulawesi Tengah, anak-anak rentan kekurangan gizi dan sulit menemukan layanan kesehatan. Hal itu menjadi isu serius dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019.

Hal itu mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Sigi, bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan HSBC menggelar rangkaian acara HAN di Lapangan Tulo, Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, 18 Juli 2019.

Manajer Operasional Tanggap Bencana Sulawesi Tengah Wahana Visi Indonesia, Yosellina, dalam siaran persnya,mengatakan, banyak anak dan balita yang rentan kekurangan gizi karena selama bencana mereka hanya mengkonsumsi makanan tidak sehat.

Apalagi, ada sekitar 20 fasilitas kesehatan di Sigi yang kurang maksimal memberikan layanan kesehatan karena terdampak bencana.

Dari realitas itu, selama masa bencana tersebut, WVI dan HSBC kemudian melaksanakan berbagai program kesehatan untuk ibu dan anak. Di antaranya posyandu darurat, ruang ramah ibu dan anak, program pemberian makan bayi dan anak (PMBA).

“Termasuk pelatihan relawan petugas kesehatan dan kader kesehatan yang tersebar di 12 wilayah di Sigi dan Palu,” tulis Yosellina.

Melalui program kerja sama tersebut, lebih dari 1.000 jiwa penyintas telah menerima manfaat dan lebih dari 700 orang tua telah menikmati fasilitas kesehatan.

Hirmawati, salah satu penyintas di Sigi, mengatakan, dia senang dengan program tersebut karena berat badan anaknya naik menjadi lebih dari 11 kilogram.

“Saya juga akhirnya mengetahui menu makanan empat bintang untuk memenuhi kecukupan gizi anak saya,” ujar Hirmawati.[]

Penulis/foto : Muhammad Faiz Syafar
Editor : Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini