Bantuan Alat Kerja untuk Jurnalis dan Pengelola Radio

0
121

PALU — Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) memberikan bantuan peralatan kerja kepada jurnalis dan perusahaan media di Sulawesi Tengah. Bantuan itu diserahkan PPMN langsung kepada penerima di Media Center Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Jumat siang, 14 Desember 2018.

Penerima bantuan antara lain lima jurnalis dari berbagai media lokal dan kontributor media nasional serta AJI Palu. Bentuk bantuan mulai dari kamera, laptop, komputer kantor, dan alat rekam. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 4 radio di Kota Palu dan 1 di Kabupaten Sigi. Bantuan tersebut berupa mixer dan komputer.

Project Officer PPMN, Artha Sena, mengatakan, bantuan diperuntukkan bagi jurnalis dan organisasi media yang peralatan kerjanya rusak setelah bencana 28 September lalu. Seperti lima radio yang mendapat bantuan tersebut, kata Artha, belum bisa beroperasi karena seluruh peralatannya rusak.

“Padahal, informasi sangat dibutuhkan dalam situasi bencana, “ kata Artha, sebelum menyerahkan bantuan, Jumat. Penerima bantuan itu setelah melalui penilaian dan masukan dari masyarakat selama dua bulan.

Direktur Eksekutif PPMN, Eni Mulia, jurnalis dan media berada pada situasi yang sulit di tengah-tengah situasi bencana. Sebab ada keterbatasan alat dan berbagai fasilitas pendukung hingga risiko keselamatan saat meliput situasi bencana.

Dalam menjalankan program bantuan itu, PPMN mendapatkan dukungan dari Free Press Unlimited (FPU) —sebuah lembaga internasional yang bekerja mendorong kemerdekaan pers. FPU memiliki program Reporters Respond yang khusus memberikan bantuan bagi jurnalis yang bekerja dalam situasi konflik dan berbahaya.

Bantuan alat kerja tersebut adalah tahap pertama. Sedangkan bantuan tahap dua akan dilakukan pada 2019 berupa peralatan siar seperti antenna dan tower. Bantuan tahap kedua tersebut akan diberikan kepada tiga radio di Palu dan Sigi.

“Kami berharap layanan informasi selama masa pascabencana segera dapat terpenuhi dengan baik,” kata Eni.

Salah satu penerima bantuan adalah Radio Citra Pertanian. Studio dan seluruh peralatan radio yang berfrekuensi 100,3 FM itu, rusak berat karena bencana likuefaksi. Manajer Teknik Radio Citra Pertanian, Zaenal Idris, memprediksi radionya merugi Rp 1 miliar karena bencana.

“Tower kami setinggi 75 meter runtuh, studio juga ambruk,” kata Zainal.

Radio Citra adalah radio publik yang beralamt di Jalan Lasoso 62 Biromaru. Radio yang berdiri 1991 ini berfokus pada isu pertanian —sesuai potensi terbesar di Kabupaten Sigi. Setelah bencana 28 September, radio ini belum beroperasi kembali.

Radio Citra Pertanian menerima bantuan satu unit mixer dan satu personal computer (PC). Menurut Zainal, radionya sangat membutuhkan bantuan tersebut agar bisa memberikan informasi kembali kepada publik.[]

Penulis: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini