Bangga, Kampung yang Terendam

0
164

BANJIR bandang yang terjadi di Kabupaten Sigi pada Minggu malam (28/4/2019) telah meluluhlantakkan beberapa Desa yang berada di wilayah Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Salah satu daerah yang terdampak musibah tersebut adalah Desa Bangga, yang jaraknya 51, 9 Km, arah Selatan dari Kota Palu.

Desa Bangga sejatinya adalah Kampung bersejarah yang terletak diantara dua sungai, yaitu sungai Miu dan Sungai Ore.

Dalam Peta buatan Alb. C. Kruijt yang berjudul Peta situasi dan Penggunaan Lahan di Lembah Palu, tahun 1937 digambarkan posisi Kampung Bangga yang merupakan Delta Sungai Miou (Miu) dan sungai Ore, tergambar pula elevasi Kampung Bangga berada di ketinggian 100-150 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan penggunaan lahan di dominasi persawahan dan rumah penduduk.

Menurut S.R.Sasara Lemba, Penamaan Desa Bangga, berasal dari kata bahasa kaili Ado; “Bangga” yang berarti rendam. “Kami di sini berbahasa Kaili ado, dalam bahasa setempat Bangga berarti rendam” ujar S..R Sasara Lemba beberapa waktu yang lalu.

“Pemaknaan kata Bangga didasari atas proses pengislaman keluarga Kerajaan Palu yang bernama Mbalava Lemba atau Pue Bongo di Sumur Islam (Buvu Silamu)” lanjutnya.

Banjir yang menerjang Desa Bangga dan beberapa Desa disekitarnya sebenarnya bukanlah pertama kali terjadi. Sejarah bencana banjir di Desa Bangga dapat ditelusuri melalui Catatan Dr. N. Adriani dan Alb. C. Kruijt pada Oktober 1898 berjudul Van Poso Naar Parigi Sigi en Lindoe yang diterjemahkan oleh M. Wenas, 1983.

Dalam tulisan itu keduanya menceritakan perjalanan dari Kampung Pakuli menuju Kampung Bangga. saat itu daerah tersebut terjadi banjir, air setinggi dada orang dewasa. Bahkan di Bangga terdapat pula beberapa mata air panas, yang letaknya persis di tepi sungai.

S.R Lemba mengungkapkan; Jika mengikuti penuturan orang tua dulu di Bangga, daerah yang saat ini terdampak banjir bandang bukan tempat pemukiman, daerah itu hanyalah tempat sawah dan kebun. Dahulu mereka membuat rumah di atas bukit.

”Pada awalnya letak Kampung Bangga berada di bagian perbukitan, fakta tersebut ditandai dengan adanya makam tua di punggungan bukit, berbentuk benteng alam yang sering disebut dengan “Pagar Tanah” (Vala Tana)” Tutup S.R Sasara Lemba.***

Penulis: Mohamad Herianto
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini