Arsitektur Tahan Gempa Warisan Leluhur

0
333

PALU — Nenek moyang masyarakat Sulawesi Tengah cenderung hidup lebih adaptif dengan bencana. Hal itu nampak dari jejak budaya dari leluhur seperti arsitektur bangunan tahan gempa.

Arkeolog Museum Negeri Sulteng, Iksam, mengatakan, nenek moyang masyarakat di Sulawesi Tengah merupakan bangsa Austronesia —bangsa yang punya daya jelajah dan persebaran luas di dunia, sekaligus sangat adaptif dengan bencana, utamanya gempa bumi.

Persebaran itu, salah satunya, disebabkan karena mereka mengalami bencana yang terus berulang di wilayah yang didiami.

Salah satu bentuk adaptifnya bangsa Austronesia kuno itu, kata dia, nampak pada arsitektur bangunan yang tahan gempa. Yakni berupa struktur kotak di atas tiang fondasi kayu yang dapat ditanam ke dalam tanah atau diletakkan di atas permukaan tanah.

“Struktur tersebut berpondasi batu, lantai panggung, atap miring dengan jurai yang diperpanjang dan bagian depan atap yang condong mencuat keluar,” kata Iksam dalam Forum Warga Membaca Bencana yang diinisiasi oleh Posko Relawan Pasigala Tangguh, 6 Desember 2018.

Sedangkan di bagian timur Kepulauan Indonesia, kata Iksam, banyak tipe rumah tradisional digolongkan sebagai bagian dari tradisi arsitektur vernakular.

Bentuk bangunannya biasanya memiliki lantai berbentuk lingkaran dan berstruktur atap kerucut tinggi seperti bentuk sarang tawon atau struktur atap berbentuk kubah elips.

Kedua tipikal arsitektur bangunan tersebut, ada pada rumah adat Lobo dan Tambi yang bisa ditemukan di Kabupaten Sigi dan Poso.

Sementara itu, pengamat kebencanaan dari Universitas Tadulako, Abdullah, menjelaskan, masyarakat yang rumah atau bangunannya berada tepat di jalur sesar, sebaiknya pinade minimal berjarak 10 meter dari sesar tersebut.

Dengan jarak minimum tersebut, kata dia, bangunan pun tidak boleh bertingkat dan dianjurkan menggunakan konstruksi rumah panggung. “Sebab kontruksi rumah panggung tersebut konstruksi tahan gempa.

Penulis: Jefri Anto
Foto: pariwisataposo.blogspot.com
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini