Antusias Mengecek Data

0
192

PALU – Dengan membawa kartu keluarga dan selembar foto rumah, Yunus bergegas mendatangi kantor Kelurahan Lere. Ia lalu menyerahkan dua dokumen itu kepada petugas yang berjaga.

Pria 41 tahun tersebut menunggu petugas kelurahan memasukkan data miliknya. Kepada Kabar Sulteng Bangkit, ia lalu menunjukkan foto rumahnya yang hanya tersisa dinding. “Pagar dan atap rumah hancur diterjang tsunami,” kata warga Kampung Lere itu, Kamis siang.

Yunus datang ke kelurahan untuk melaporkan kerusakan rumahnya. Sesuai Surat Edaran Pemerintah Kota Palu Nomor 489/2563/Humas/2018 pada 17 Desember 2018, warga yang keluarganya menjadi korban bencana atau yang huniannya rusak, memang diminta aktif mengecek dan melapor.

Itu menjadi cara Pemerintah Kota Palu untuk memvalidasi data korban sekaligus kondisi bangunan sebagai acuan tahap rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana.

“Semoga saya bisa mendapatkan modal usaha,” kata Yunus berharap, setelah petugas selesai menginput datanya.

Yunus memang berharap modal usaha. Sebab tsunami juga melenyapkan bengkel yang ia bangun di depan rumah. Praktis, ayah satu anak itu belum bekerja kembali karena tak punya modal untuk membangun bengkel.

Data sementara di Kelurahan Lere, tercatat, ada 93 korban jiwa dan 267 rumah lenyap karena hempasan tsunami. Sedangkan rumah rusak berat sebanyak 69 unit, rusak sedang 62 unit, serta rusak ringan 83 unit.

Lurah Lere, Marsuki, mengatakan, dia bersama tim melakukan pendataan dengan bersosialisasi melalui masjid dan ketua RT setempat. “Kami sudah melakukan pendataan semenjak satu minggu pascabencana,” kata Marsuki.

Di Talise, sejumlah warga juga sudah mendatangi kantor kelurahan setempat. Misna, misalnya, warga Jalan Tombolotutu yang nampak berada di salah satu antrian.

Misna mengatakan, sebelumnya ia telah didata oleh ketua RT. Ia kemudian mendatangi kantor kelurahan untuk mengecek apakah benar datanya telah masuk. “Sejauh ini pelayanan kelurahan cukup bagus, tidak ada yang dipersulit,” kata perempuan berusia 56 tahun itu.

Hingga 19 Desember 2018, jumlah korban jiwa sementara berjumlah 168 orang dan rumah rusak berat sebanyak 169 unit. “50 persen usaha jasa pariwisata terdampak langsung karena bencana,” kata Siti Rahmi, petugas pendataan Kelurahan Talise.[]

Reporter: Muhammad Faiz
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini