94 Anak Hilang Usai Bencana

0
116

PALU – Sedikitnya masih ada 94 anak yang dinyatakan hilang usai bencana gempa, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018. Usia anak-anak hilang itu bervariasi mulai usia bulanan hingga 17 tahun.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Irmayanti Petalolo, mengatakan, jumlah itu berasal dari laporan yang masuk ke DP3A Kota Palu. Sejumlah keluarga yang merasa kehilangan anak atau kerabatnya, mendatangi Posko keluarga hilang di tenda BNPB di halaman Kantor Walikota, Palu Selatan.

Menurut Irmayanti, pemerintah tidak berani menyimpulkan bocah yang hilang tersebut sudah meninggal.

”Bisa saja mereka masih hidup hanya saja ikut dengan kerabatnya keluar daerah. Kasus semacam ini sudah beberapa kali terjadi,” katanya kepada Kabar Sulteng Bangkit.

Sebelumnya, DP3A menerima laporan ada sekitar 100 anak yang hilang. Namun setelah ditelusuri ke Makassar, ada beberapa anak yang telah diselamatkan oleh keluarganya.

‘Ada yang ayah ibunya meninggal di Balaroa atau di Petobo. Kami telusuri sampai di Makassar, ternyata si anak dibawa oleh pamannya,” katanya.

Untuk memastikan keberadaan anak-anak itu, DP3A Kota Palu gencar mendatangi Dinas Perlindungan Anak di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah hingga ke Makassar.

Kota Makassar menjadi tujuan utama mengingat sebagian besar warga Kota Palu mengungsi di wilayah itu. Meski demikian, pihaknya terus membuka komunikasi dengan pemerintah daerah lain untuk mendeteksi pengungsi asal daerahnya.

DP3A juga menggalang kerjasama semua pihak, seperti Yayasan Tunas Cilik untuk mengidentifikasi anak-anak hilang ini.

Reporter : Yardin Hasan

Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini