30 Anak Telah Bertemu dengan Keluarganya

0
141

Palu — Sekretariat Bersama (sekber) Perlindungan Anak Sulawesi Tengah, berhasil mempertemukan 30 anak dengan keluarganya kembali (reunifikasi), pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah 28 September lalu.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI, Edi Suharto, mengatakan, sebelumnya sekber mencatat ada 118 anak yang terpisah dengan keluarganya saat bencana.

“Kami kemudian bahu-membahu bersama mitra membantu anak-anak agar bisa berkumpul kembali bersama keluarga,” kata Edi Suharto dalam siaran persnya, Kamis 13 Desember 2018.

Sekretariat Bersama Perlindungan Anak didirikan oleh Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan UNICEF dalam rangka membantu pemulihan dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak Palu, Sigi dan Donggala.

Sekber didirikan sejak tanggal 29 September 2018 dan berlokasi di Dinas Sosial Provinsi dan Balai Rehabilitasi Sosial Nipotowe, Kota Palu. Kementerian Sosial, juga telah mengerahkan 44 Pekerja Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, atau dikenal dengan Sakti Peksos.

Kemensos berfokus pada tiga hal yaitu Family Tracing dan Reunification (FTR), pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak (termasuk isu perlindungan anak lainnya, serta Layanan Dukungan Psikososial Anak.

Salah satu bentuk layanan dukungan psikososial anak adalah mengkoordinasikan dan melaksanakan Kegiatan Pondok Anak Ceria yang berada di 10 lokasi yakni Balaroa, Dolo Selatan, Donggala, Duyu, Gunung Bale, Kawatuna, Lapangan Walikota Palu, Mamboro Boya, Masjid Agung Palu, dan Mts. Alkhairat Mamboro Palu.

Kamis kemarin, Kementerian Sosial bersama UNICEF menggelar “One Day For Children” di Lapangan Vatulemo, Kota Palu. Tujuan kegiatan ini adalah menghibur anak-anak korban bencana, sekaligus juga merayakan Hari Anak Nasional, Hari Anak Universal dan Hari Relawan se-Dunia tahun 2018.

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan setiap anak memiliki hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi. Kegiatan One Day For Children diharapkan dapat memupuk percaya diri anak, kemandirian, dan kreativitas sejak dini, serta terpenuhi hak dan kebutuhan dasarnya meskipun berada di lokasi bencana.

“Hari ini adalah hari milik kalian untuk bergembira dan bermain bersama teman-teman. Saya berharap persembahan dari Kementerian Sosial hari ini dapat menghibur kalian semua,” tutur Mensos melalui video yang ditayangkan di panggung acara.

Kementerian Sosial juga memberikan bantuan sosial Tabungan Sosial Anak (TASA) untuk 1.131 anak, bantuan social Pondok Ceria Anak untuk 250 anak, bantuan sosial Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga (TEPAK) untuk 420 anak, dan Peksos Goes to School sebanyak 1.450 anak, pemberian 1.000 paket bantuan kepada anak-anak.

Selain itu, Unicef memberikan perlengkapan bayi dan perlengkapan anak sebanyak 10.500 paket, serta tenda perlindungan anak sebanyak 60 unit yang kemudian digunakan untuk panti asuhan dan pondok anak ceria.

Sumber: Siaran pers Kementerian Sosial RI
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini