251 KK Pengungsi Balaroa Bertahan

0
541

PALU – Sampai hari ini, tercatat masih sekiita 251 kepala keluarga yang masih bertahan di tenda pengungsian Balaroa. Mayoritas mereka sudah terdata. Namun mayoritas penyintas belum mengetahui, akan menempati hunian tetap (huntap) di Kelurahan Duyu atau di Kelurahan Tondo.
Walaupun tenda yang berusia setahun lebih sudah tak layak huni, namun warga masih bertahan di tenda bantuan pemerintah Turki tersebut.

Amir (40) salah penyintas yang tinggal di pengungsian Balaroa, mengatakan ia dan keluarganya telah terdata untuk mendapatkan hunian tetap. Namun ia masih bingung letak huntap yang mereka tempati kelak. ”Saya sudah terdata untuk dapat huntap, karena sebelumnya kami tidak mendapatkan huntara karena sudah penuh, tapi sampai sekarang saya belum tau kapan kepastiannya. Saya berharap secepatnya karena kami sudah lama tinggal di tenda, dan tendanya sudah tidak layak. “jelas Amir. Pengungsi lainnua Dinar (27) menuturkan sejak menetap di tenda pengungsian ia pasrah tinggal di tenda pengungsian. Di tenda ia membuka kios menjual kebutuhan sehari-hari.

Lurah Balaroa, Rahmansyah ditemui di kantornya mengatakan, masyarakat yang berada di shelter Pegungsian Balaroa maupun yang telah berada di huntara semuanya telah terdata. Mereka bakal menempati hunian tetap yang berada di tiga lokasi berbeda. Yakni di Kelurahan Tondo Kelurahan Silae serta Kelurahan Duyu.

Menurut dia saat ini ada 800 KK, warga Balaroa baik di huntara maupun di tenda shelter Balaroa sudah terdata dan berhak menempati huntap.

Rahmansyah menjelaskan, mereka yang tersisa di shelter pengungsan tidak semuanya memiliki rumah. Mereka ada yang kos dan kontrak. Mereka ini yang tidak berhak mendapatkan huntap. Namun pemerintah akan menawari mereka menempati huntara yang masih kosong. Sudah ada relawan dari PKPU akan membangunkan huntara di Balaroa.

Penulis : Istianah
Editor   : Yardin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini