200 an Jenazah Diperkirakan Masih Tertimbun Lokasi liquefaksi Balaroa

0
145

PALU – Forum Korban Liquefaksi Kelurahan Balaroa Kota Palu mencatat sedikitnya 200-an lebih jenazah masih tertimbun lokasi liquefaksi di Kelurahan Balaroa. Sejauh ini belum terevakuasi.

Data ini diperoleh forum dari laporan warga setempat, berdasarkan kesaksian warga Balaroa yang keluarga dan kerabatnya hilang.

Ketua forum, Rahman Kasim menyebut, laporan itu dikumpulkan dari warga yang selamat dan kebetulan mengetahui warga disekitar rumahnya yang tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi bencana liquefaksi.

Beberapa keterangan warga ke forum, ada jenazah yang kemungkinan besar identitasnya tidak diketahui.

“Mereka kadang cuma tau bahwa ada tetangganya yang tidak selamat. Tapi tidak mengetahui identitas secara pasti,” jelas Rahman Kasim.

200-an lebih jenazah ini menurutnya kemungkinan besar pula belum tercatat sebagai korban meninggal dunia untuk kepentingan bantuan santunan duka bagi ahli warisnya. Sebab beberapa keluarga korban memang sengaja belum melaporkan ke pihak terkait.

“Mereka masih berharap keluarganya selamat. Makanya belum dilaporkan sebagai korban meninggal dunia,”bebernya.

Hal ini menurutnya perlu menjadi catatan khusus bagi pemerintah agar memberi kelonggaran waktu paling lambat satu tahun bagi pihak keluarga untuk mengurus hal hal yang bersifat administrasi kematian.

“Supaya mereka nantinya bisa tetap mendapatkan hak sebagai ahli waris,”sarannya.

Secara keseluruhan jumlah korban meninggal dunia yang tercatat forum sebanyak 700 lebih. Data tersebut seluruhnya telah dikenali karena pihak keluarga langsung melaporkan sebagai korban meninggal dunia. Kemudian melakukan pengurusan akte kematian.

“Itu diluar yang 200-an yang belum diketahui identitasnya,” ungkap Kasim saat bertemu Wali Kota Palu pekan lalu.

Sekretaris forum Agus Manggona menyatakan, seluruhnya ada 3.000 lebih warga Kelurahan Balaroa terdampak bencana gempa dan liquefaksi. Total penduduk Kelurahan Balaria tercatat kurang lebih 4. 000 jiwa.

Agus mengaku salahsatu jenazah yang belum dievakuasi adalah anak kandungnya. “Saya sudah laporkan ke pihak terkait. Selain untuk mempermudah pemerintah melakukan pendataan, laporan ini juga untuk kepentingan hak hak ahli waris korban,”demikian Agus.

Penulis: Hamdi Anwar
Foto: Yardin Hasan
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini